Umi Hanik telah bekerja di bidang Monitoring dan Evaluasi (Monev/M&E) selama 18 tahun untuk sekitar 41 program/proyek besar, kompleks, dan strategis dengan berbagai organisasi bilateral/multilateral dan berbagai posisi mulai dari kepemimpinan, manajerial, hingga spesialis teknis, baik dalam kontrak jangka panjang dan pendek di Indonesia. Umi memiliki gelar Sarjana Ekonomi (SE) dari Universitas Jember; Master Ekonomi (ME) dalam Kebijakan Publik (ME) dari Universitas Indonesia; dan Advanced Master (M.Sc) dalam Evaluasi dan Manajemen Pembangunan dari IOB-Universitas Antwerpen Belgia melalui beasiswa Pemerintah Belgia (VLIR). Umi merupakan alumni IPDET (International Program for Development Evaluation Training) Angkatan 2015 dari Universitas Carleton-Canada dengan sponsor dari Bank Dunia. Umi juga telah mengikuti berbagai jenis pelatihan/kursus monev internasional dan regional tentang konsep, teori, metodologi, pendekatan dan proses monev. Umi juga sangat aktif menghadiri banyak konferensi monev internasional dengan beasiswa penuh.
Umi selain menjadi pendiri MONEV Studio, ia juga merupakan salah satu pendiri Indonesian Development Evaluation Community (InDEC); Anggota Pemrakarsa dan mantan Direksi Asosiasi Evaluasi Asia Pasifik (APEA) 2017-2019; Anggota Manajemen EvalGender-EvalPartners 2017-2019; mitra global untuk kampanye internasional Eval4Action (UNFPA, EvalYouth Global, dan GPFE) untuk mempromosikan evaluasi yang berpengaruh di seluruh dunia sejak 2020; dan saat ini menjadi anggota global EvalIndigenous-EvalPartners.
Dengan fokus, pengalaman profesi yang cukup panjang, kredensial akademik, dan kepemimpinan organisasi di bidang monev, Umi menguasai ilmu dan praktik pemantauan, pelacakan, dan pengawasan; proses, dan evaluasi dampak tinkt lanjut dengan menggunakan pendekatan formatif dan sumatif dari lensa kualitatif. Umi terampil dalam mengelola, melaksanakan, menggunakan, dan memastikan lingkungan yang mendukung monev dari suatu program atau kebijakan berskala besar/nasional dan kompleks. Umi juga terampil dalam melakukan penilaian kebutuhan monev, mengembangkan teori program/ teori perubahan sebagai dasar untuk perencanaan dan pemecahan masalah pembangunan, serta menangani kompleksitas program dengan pemikiran analitis yang relevan.
Umi familiar dengan standar evaluasi OECD-DAC dan mahir dalam menilai kekuatan dan kelemahan pelaksanaan pembangunan dengan melihat paradigma yang berbeda dan peran aktor eksternal dalam berbagai konteks/ sektor pembangunan. Umi mempunyai pemahaman yang baik tentang monev perencanaan (ex-ante), pelaksanaan (on-going), paska pelaksanaan (ex-post) kebijakan dan program pembangunan di Indonesia. Umi juga mampu menganalisis interaksi hubungan antara lembaga nasional, politik lokal, dan aktor eksternal, mencalonkan dan menetapkan champion untuk pelembagaan monev baik di tingkat nasional/lokal/komunitas, membantu pemerintah menyusun kerangka program, melembagakan/menyiapkan sistem dan instrumen monev nasional; peningkatan kapasitas monev dari tingkat dasar, menengah, hingga lanjutan; dan mengelola pelaksanaan monev di tingkat kebijakan, program, proyek, dan masyarakat.
Umi telah bekerja dengan program yang dikelola oleh Rikolto, CIFOR, Pusat Penelitian HIV-Universitas Atma Jaya, Kementerian Pertanian-IFAD, UNFPA, IEG World Bank, RTI International, Bank Dunia, JICA, Ecol GBR, BAPPENAS, ADB, Mercy Corps, LTS International, Cardno International, GRM International/ Palladium, GIZ, UNDP, DFAT/AusAID, The Coca Cola Foundation, UNICEF, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Republik Demokratik Timor Leste, CIDA, Hikling International, dan Kantor Parlemen (DPRRI).
