Observasi Partisipatif


Observasi partisipatif adalah metode di mana peneliti terlibat dalam kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Dengan observasi partisipan ini, maka data yang diperoleh akan lebih tajam dan sampai mengetahui pada tingkat makna dari setiap perilaku yang tampak.

Observasi partisipatif ini dapat digolongkan menjadi empat, yaitu partisipasi pasif, partisipasi moderat, partisipasi aktif, dan partisipasi lengkap. Sugiyono (2007, hlm. 66) menjelaskan keempat observasi partisipatif sebagai berikut:

a) Partisipasi pasif
Peneliti datang di tempat kegiatan orang yang diamati, tetapi tidak ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.

b) Partisipasi moderat
Dalam observasi ini terdapat kesinambungan antara peneliti menjadi orang dalam dengan orang luar. Peneliti dalam mengumpulkan data ikut observasi partisipatif dalam beberapa kegiatan, tetapi tidak semuanya.

c) Partisipasi aktif
Dalam observasi ini peneliti ikut melakukan apa yang dilakukan oleh narasumber, tetapi belum sepenuhnya lengkap.

d) Partisipasi lengkap
Dalam melakukan pengumpulan data, peneliti sudah terlibat sepenuhnya terhadap apa yang dilakukan sumber data. Jadi suasananya sudah natural, peneliti tidak terlibat melakukan penelitian. Hal ini merupakan keterlibatan peneliti yang tertinggi terhadap aktivitas kehidupan yang diteliti.

Berdasarkan penjelasan di atas peneliti melakukan observasi untuk mendapatkan gambaran mengenai gambaran bagaimana pola asuh ibu bekerja dalam memberikan motivasi kepada anaknya. Peneliti menggunakan observasi partisipasi aktif, di mana peneliti ikut terlibat dalam beberapa aktivitas yang dilakukan oleh informan tetapi tidak sepenuhnya lengkap. Sebab dengan partisipasi aktif maka peneliti akan mengetahui bagaimana seorang ibu bekerja dalam memberikan motivasi belajar anak pada saat berada di rumah. Dengan observasi partisipasi ini maka data yang diperoleh akan lebih lengkap, tajam, dan mengetahui sejauh mana seorang ibu memberikan motivasi belajar kepada anaknya.

Kontributor: Dwi Fajar Sejati


Komentar

Silahkan login untuk memberikan komentar