Memahami Teori Perubahan


Theory of Change (ToC) adalah eksplorasi sistematis yang menjelaskan secara komprehensif tentang bagaimana sebuah perubahan yang diinginkan terjadi atas suatu kondisi tertentu. ToC menghubungkan antara aktivitas, hasil dan konteks. ToC sangat bermanfaat dalam menyusun tujuan, rencana strategis dan evaluasi program dengan 3 elemen utama, yaitu: masalah, solusi, dan perubahan yang diinginkan. Dalam menyusun ToC untuk sebuah program (misalnya program A), selalu dimulai dengan pertanyaan mengenai “apa tujuan jangka panjang (perubahan yang diinginkan) program A?” yang diikuti dengan pertanyaan berikutnya “kondisi seperti apa yang sebaiknya terjadi sehingga tujuan jangka panjang program A tercapai?”

Secara umum, fitur Theory of Change adalah:

  1. Memberikan gambaran besar (big picture) termasuk tentang masalah-masalah yang berkaitan dengan lingkungan atau situasi di luar kontrol
  2. Menunjukkan banyak jalan dan upaya berbeda dalam menuju perubahan, meskipun jika jalan itu sama sekali tidak berkaitan dengan program
  3. Mendeskripsikan bagaimana dan mengapa perubahan akan terjadi
  4. Dapat digunakan untuk melengkapi kalimat “Jika kita melakukan A maka B akan berubah karena…”
  5. Disajikan dalam diagram dengan teks naratif
  6. Bentuk diagram fleksibel sesuai kebutuhan termasuk proses berulang (cyclical processes), lingkaran timbal balik (feedback loops), satu kotak dapat mengarah ke sejumlah kotak lain, dan sebagainya
  7. Mendeskripsikan apa yang kita pikirkan dalam satu kotak bisa mengarahkan ke kotak lain (misalnya meningkatnya pendapatan akan mengubah perilaku, di mana ini bisa saja asumsi atau fakta)
  8. ToC ini merupakan alat utama yang digunakan dalam menyusun desain dan evaluasi program.

Teori Perubahan 1

Sumber: https://www.theoryofchange.org/what-is-theory-of-change/how-does-theory-of-change-work/

Jika keenam fase tersebut telah dilakukan dengan benar dan kita memiliki ToC yang lengkap untuk program A, maka inilah manfaat yang diperoleh:

  1. Hipotesis yang jelas dan dapat diuji tentang bagaimana perubahan akan terjadi yang tidak hanya memungkinkan kita bertanggung jawab atas hasil, tetapi juga membuat hasil lebih kredibel karena diprediksi akan terjadi dengan cara tertentu
  2. Representasi visual dari perubahan yang ingin dilihat di dalam komunitas dan bagaimana kita mengharapkannya terjadi
  3. Cetak biru untuk evaluasi dengan indikator yang terukur dan keberhasilan yang teridentifikasi
  4. Kesepakatan di antara para pemangku kepentingan tentang apa yang menentukan kesuksesan dan apa yang diperlukan untuk sampai ke sana
  5. Alat komunikasi yang powerful dalam menangkap kompleksitas program A

Theory of Change milik kita (melalui program A) dapat digunakan:

  1. Sebagai kerangka kerja untuk memeriksa milestones dan jalur (track)
  2. Mendokumentasikan pembelajarn berharga tentang apa yang sebenarnya terjadi
  3. Agar proses implementasi dan evaluasi tetap transparan, sehingga semua orang tahu apa yang terjadi dan mengapa terjadi
  4. Sebagai dasar untuk laporan pada penyandang dana, pembuat kebijakan, dan dewan (dalam organiasi)

Namun, jika membutuhkan informasi yang detail, tabel di bawah ini merangkum komponen utama yang disarankan literatur dalam membuat ToC yang komprehensif. Mengidentifikasi ‘mengapa, apa, siapa, kapan, dan bagaimana’ yang menghubungkan setiap elemen dengan intervensi yang lebih besar dapat menjadi cara yang berguna untuk lebih memahami proses perubahan.

Teori Perubahan 2

Berikut ini adalah salah satu contoh bagaimana membuat theory of change bagi sebuah perusahaan sosial atau lembaga nirlaba untuk melihat social impact:

Teori Perubahan 3

Ini adalah contoh lain dalam membuat theory of change terkait inovasi sosial:

Teori Perubahan 4

Kontributor: Wijatnika

Referensi:







Komentar

Silahkan login untuk memberikan komentar